Tim Van Damme Inspired by Tim Vand Damme

Populer

Welcome to My Website

“Welcome to the wonderful world of radarmalang.net. With advanced features of activating account and new login widgets, you will definitely have a great experience of using RM.”



Komputer

Diberdayakan oleh Blogger.

Seputar Malang

More on this category »

Universitas

More on this category »

Internet


=»» Kami Mohon Maaf situs ini dalam perbaikan. Kami Segera Kembali ! Kinaonak !

Hot News

Network

More on this category »

Blog

Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan

Hamil Di Luar Nikah Siswi SMA Tanggerang Melahirkan Di Kebun

Hamil Di Luar Nikah Siswi SMA Tanggerang Melahirkan Di Kebun

Hamil Di Luar Nikah Siswi SMA Tanggerang Melahirkan Di Kebun – Satu lagi kejadian yang mencengangkan. Sungguh miris pergaulan anak sekolah jaman sekarang.  Seorang siswi SMK swasta di Kota Tangerang, inisial ID melahirkan bayi laki-laki di kebun warga, Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Berdasarkan informasi warga awalnya berboncengan dengan temannya yang sama-sama masih mengenakan seragam sekolah. Tiba-tiba saja, ia turun dari motor dan masuk ke kebun.Saat dihampiri warga, lanjut khairul, kondisi ID sudah lemah dan banyak mengeluarkan darah. Sementara bayinya terlihat masih terlilit tali pusar.
Siswi SMA Tanggerang Melahirkan Di Kebun
SMA Tanggerang
“Langsung dipanggil warga lain dan dibawa ke rumah sakit,” tuturnya.
“Awalnya ibu saya yang lihat. Dikira anak itu mau buang air kecil di kebun, tapi pas dilihat dia melahirkan,” kata seorang warga, Khairul Anwar seperti dikutip Okezone.

Petugas Rumah Sakit (RS) Melati, Eva Kusnilawati, mengatakan ID datang sekira pukul 13.00 WIB. Saat ini kondisinya masih lemah dan trauma. “Bayinya selamat,” terangnya.

Kepala Sekolah PGRI 1 Kota Tangerang Aef Gumiwa mengaku belum mengetahui secara jelas peristiwa yang dialami ID. Namun berdasarkan ketentuan tertulis, siswa dan siswi SMK PGRI 1 dilarang kawin/menikah.

“Dengan aturan tata tertib itu, sudah jelas ya, sudah gugur dengan sendirinya,” tuturnya.
Tulis text anda disini
Read more

Vera (21), Gadis “Panggilan” asal NTT Yang Siap Bertobat


Vera (21), Gadis “Panggilan” Yang Siap Bertobat


Sergap NTT -> Rejeki, jodoh dan maut sudah menjadi suratan ilahi. Pahit manis kehidupan tak ada yang bisa mengelak. Begitu pula dengan Vera. Gara-gara hidup dikerubuti ekonomi yang morat-marit, gadis manis asal pantai utara pulau Flores itu nekad terjun ke lembah hitam. Baginya tak ada peluang lain yang menjanjikan selain menggasak dompet pria hidung belang. Profesi wanita panggilan hingga menjadi istri kontrakan terpaksa ia lakoni. Hasilnya? Jutaan rupiah Vera kantongi! 

Sebelum bertemu, Vera terlebih dahulu ditelepon sekitar pukul 13.00 waktu Kupang.  ”Beta baru bangun ni..,” ujarnya, dengan logat Kupang yang kacau. Rutinitas Vera sering disamakan dengan kehidupan kelelawar. Siang tidur, malam cari makan. ”Tadi malam  beta kerja sampai jam 2 pagi bos,” imbuhnya beralasan. 
 
Sergap NTT Online sendiri mendapatkan nomor hand phone (HP) Vera dari Lukas, sebut saja begitu, lelaki asal Sumba yang kenyang berkencan dengan Vera.  Dia merekomendasikan Vera di antara koleksi beberapa cewek yang pernah dikencaninya. 
”Soalnya Vera itu freelance yang jam terbangnya tinggi serta enak diajak ngobrol. Coba saja kamu kontak dia, dan,,,, kamu bisa dapatkan ceritanya,” begitulah saran Lukas
Setelah janjian bertemu melalui HP, malam minggu kemarin, Vera datang memenuhi janjinya di arena diskotik Dancing Hall Flobamor Mall Kupang. Malam itu dia mengenakan kaos ketat merah jambu dengan belahan dada rendah. Dengan ramah, dia memperkenalkan namanya, ”Beta ….— samar jadi Vera—”. 
Vera memang anggun dan cantik. Rambutnya yang terurai rapi bak melati sedang mekar. Hidungnya tinggi serasi wajah. Bibirnya tipis menebar birahi. Tapi sabar dulu! Jangan buru-buru! Sepakat harga dulu baru Vera mau meladeni apa yang diminta. Tentu bayarannya harus sesuai keinginannya. Sebab tujuan utama ia berpetualang cinta adalah mengais rupiah sebanyak-banyaknya.
Sudah berapa lama Vera di Kupang? ”Beta sudah satu tahun di sini,” paparnya.
Pemilik kulit kuning langsat ini mengaku, hidup di Kupang harus penuh waspada. Sebab di kota karang ini polisi sering merazia tempat-tempat hiburan. Jika ada iformasi razia, Vera langsung stop beroperasi. Yah… paling Vera hanya tidur-tiduran di kostnya. 
Dalam kehidupannya sebagai wanita panggilan, banyak suka duka yang Vera alami. Apalagi jika berbicara tentang pelanggan yang juga aparat. “Mereka kerap memperlakukan beta dengan kasar. Sudah begitu mintanya macam-macam. Makanya beta senang kalau pas dapat yang berpendidikan dan berpengalaman,” imbuhnya.
Bisa benar. Sebab di Kupang, tarif Vera tidak murah. Sekali kencan ia biasa dibayar Rp. 300 hingga 500 ribu. Tapi jika pria nakal itu berasal dari luar Indonesia, maka tarifnya diatas 1 juta. Tarif ini belum termasuk tempat yang harus disediakan sendiri oleh konsumen yang ingin menidurinya. 
Tak heran dalam sebulan Vera bisa meraup sekitar 5 juta sampai 10 juta. Menurut cewek yang mulai terjun ke lembah hitam sejak tahun 2006 lalu itu, jumlah wanita pekerja semacam dirinya ada ratusan orang di Kupang. Mereka rata-rata berasal keluarga miskin atau keluarga berantakan. Kebanyakan mereka adalah freelance, namun kalaupun mangkal, kebanyakan berada di diskotik atau bar yang ada di Kupang.
Kenapa menjadi PSK? Kenapa mesti hijrah ke Kupang? Sambil memperbaiki bajunya yang sedikit melorot, Vera menjawab, ”Ya… di Flores beta malu. Apalagi kalau sampai keluarga tahu. Beta ini orang susah. Jangankan untuk beli pakaian baru, untuk makan saja,,, beta pung orang tua setengah mati. Itu sebabnya setiap bulan kalau ada uang lebih, beta selalu kirim untuk orang tua”. 
Vera mengaku, selama menjalani profesinya hanya satu hal yang berkesan dalam kehidupannya, yakni ketika menjadi istri kontrakan bule Australia selama setahun. Mungkin karena itu, sekarang Vera dia lebih suka berbisnis dengan bule-bule dibandingkan pria lokal. Dia menyebut nama-nama langganannya dari Autralia, Jepang dan Amerika. Tak ketinggalan beberapa lelaki di daratan Timor yang punya posisi penting.
”Beta lebih senang dengan bule. Selain bayarannya tinggi, komunikasi kencan mereka juga profesional. Untuk urusan ranjang, bule lebih jago lah…,” ucapnya sambil tertawa ngakak. 
Pengakuan Vera mungkin ada benarnya. Sebab,,, saat menemani SERGAP selama dua jam, HP-nya tak henti-henti berdering, dan terkadang dia mengaktifkan speaker phone-nya dan terdengar jelas suara lelaki di seberang yang meminta untuk ditemani. 
Lalu bagaimana dengan urusan kesehatan? Vera ternyata orang yang cukup serius memperhatikan hal ini. Tiap 1 bulan sekali dia memeriksakan diri ke rumah sakit. Setiap hari dia juga tak lupa meluangkan waktu untuk berolahraga. 
Meski pekerjaan ini menjanjikan materi dunia yang berlipat ganda, namun Vera berencana dalam dua tahun kedepan ia akan berhenti dan pulang ke Flores untuk membuka usaha konter HP.
”Dua tahun lagi beta akan berhenti. Sekarang beta lagi kumpul-kumpul uang. Capek juga kerja beginian. Doakan beta ya..,” pintanya bersemangat. Ya,,,, moga sukses ya,,,! +++chris parera+++
Read more

Ini Dia Kehidupan Gigolo yang Disewa Para Tante

Ini Dia Kehidupan Gigolo yang Disewa Para Tante

1416987747912417096
ILustrasi gigola (IST)
Kematian ibu muda Sri Wahyuni (41) ditangan Jean Alter (31) menyisakan pertanyaan kehidupan kalangan atas di Jakarta.
Ada dugaan, ibu-ibu muda di Jakarta atau istilahnya tante-tante ada yang menyewa para pelacur pria atau gigolo untuk memuaskan hubungan ranjang mereka.
Berbagai kejahatan di Indonesia khususnya Jakarta makin marak. Mereka melakukan berbagai aksinya termasuk melalui berbagai cara. Ada juga yang memanfaatkan cewek cantik ataupun para gigolo. Baca di sini

Penulis mencoba mencari tahu kehidupan para gigolo ini.
Atas bantuan seseorang, penulis bisa menemui komunitas gigola di sebuah kafe di mall Jakarta Pusat.
Awalnya mereka tidak mau dipublikasikan karena takut akan profesi mereka diketahui pacar ataupun keluarganya.

Sebut saja Andri–bukan nama sebenarnya. Badannya yang atletis dan berkulit bersih, berumur sekitar 26 tahun menjadi profesi ini sudah 3 tahunan.
Ia masuk di dunia gelap ini awalnya karena kebutuhan uang. Kebetulan bodi dan wajahnya yang cakep ini menarik buat kaum hawa.

Kata Andri yang mengaku punya pacar, dalam menjalani profesinya itu harus menjaga kebugaran tubuh. Ia mengaku ikut gym secara rutin.
Tak jauh berbeda dikatakan, Jose. Pria berwajah oriental ini menjalani gigolo karena ingin mendapatkan uang secara cepat.
“Gimana lagi di Jakarta, ingin dapat uang cepat yaa jadi gigola,” ungkapnya.
14169877771837127217
Gigolo (The Jakarta Post)
Klien Gigolo
Ternyata para gigolo ini bukan hanya melayani para tante. Ada juga kelompok gay. Padahal gigola orientasi seksualnya tertarik pada perempuan.
Andri mengaku bahwa gigolo itu bukan hanya melayani para wanita tetapi juga kelompok gay.

Tetapi dirinya hanya terbatas melayani para wanita. “Saya ngak mau sama gay walaupun dibayar mahal, karena bisa berakibat fatal. Biasanya mereka itu cemburuan dan mainnya kasar,” ungkpanya.

Andri mengaku tinggal di kos di kawasan Setiabudi yang harga sewanya satu bulan Rp2 juta.
Ia juga mengatakan, gigola juga ada yang sampai jatuh cinta dan dijadikan suami oleh si perempuan.
“Ada juga temen ane, dijadikan suami, dibelikan mobil rumah, apakah jadi suami simpanan atau benenran sih ngak tahu,” pungkasnya.
Read more

Ini Dia Foto Seksi Mahasiswi yang Nyabu dengan Guru Besar Unhas

Ini Dia Foto Seksi Mahasiswi yang Nyabu dengan Guru Besar Unhas

1416113113244933337
Foto Nilan Ummi Qalbi memakai hotpants
Nama guru besar dan mahasiswi tercoreng. Seorang guru besar ilmu hukum Universitas Hasanuddin, Prof Musakkir tertangkap tangan nyabu bersama seorang mahasiswi bernama Nilam Ummi Qalbi. Baca di sini
Sebelumnya diberitakan Nilam itu mahasiswi Unhas tetapi yang benar, mahasiswi STIEM Bongaya Makassar, Sulawesi Selatan.
Berdasarkan penelusan di Facebook miliknya, ternyata kelakuan Nilam cukup berani. Ia pun sering memasang foto dengan pakaian seksi dan ketat.
1416113166705075803
tato di punggungnya
Tanpa merasa malu, ia pun memasang foto di facebook dengan seorang pria yang diduga pacar atau teman dekatnya. Ia tidur dan kenangnya dicium pacarnya.
141611319991277677
Tato nama di tangan kanannya
Ada juga foto yang memperlihatkan bagian lengan kanannya ada tato permanen dengan tulisan namanya yaitu Nilam Ummi Qalbi. Ada juga tato di belakang leher.
Dari kelakuannya nampak sekali, Nilam ini diduga dan disebut-sebut sebagai ayam kampus atau mahasiswi yang nyambi sebagai pekerja seks komersial atau PSK.
Read more

Kehidupan Pelacuran ABG di Kota Malang

Kehidupan Pelacuran ABG di Kota Malang

Malang, kota apel dan juga kota yang terkenal dengan hebat nya antusiasme penduduknya terhadap olah-raga sepak bola ternyata juga menyimpan cerita pelacuran yang menarik dan mencengangkan. Bagaimana tidak, dibalik fakta yang ada ternyata kehidupan pelacuran ABG di kota Malang juga cukup "maju dan rapi". Tertarik, simak cerita kehidupan pelacuran ABG di kota Malang berikut. InfoShare temukan dari suatu sumber.

===================================================
MALANG - JAWA TIMUR.

SISI namanya. Berusia 19 tahun. Anak seorang pengusaha terkenal di Malang dan pengurus salah satu cabang olahraga. Hampir setiap hari nama ayahnya muncul di surat kabar.

Gadis cantik, yang namanya minta dituliskan persis seperti yang tertera di KTP-nya, adalah salah satu ABG 'papan atas' di Malang. Bila 'turun' ke jalan, ia biasa disapa dengan nama Sisi.

Apa yang kau cari Sisi? "Biar ayah tahu kalau saya sekarang memilih profesi ini. Jual diri," katanya.

Secara sadar Sisi menyatakan harus melacur untuk membalas perlakuan ayahnya yang amat jarang pulang ke rumah saking sibuknya. Namun dia tidak akan mengobral pengakuan kepada sembarang orang, alasannya biar ayahnya tahu secara alamiah dari mulut ke mulut.

Karena itu pula, dia tidak canggung sedikit pun tatkala kepergok wartawan yang juga amat dikenalnya karena kerap datang ke rumahnya di kawasan elite di Malang. Setelah ibunya meninggal pada 1995 lalu, praktis di rumah sudah tidak ada figur panutan lagi. Jawaban Sisi terbilang klasik: korban broken home atau kekisruhan rumah tangga seperti halnya ratusan pelacur ABG lainnya. Sisi merasa tidak ada satu pun orang di rumahnya yang bisa dijadikan tempat berlindung. Ia malah merasa terlindung di dalam dekapan banyak pria yang menyukainya.

Kendati sebagai gadis muda belia yang cantik, Sisi lebih suka berdandan ala kadarnya. Akan tetapi wajah cantiknya tak bisa disembunyikan.

Sebagai pelacur ABG, Sisi semula tergolong laris, namun kemudian banyak ditinggalkan pelanggannya karena dinilai terlalu rewel.

Seorang pria yang cukup terpandang di Malang yang pernah beberapa kali membawa Sisi, mengatakan, "Dia selalu minta cepat pulang. Setelah di-booking pukul 12.00 WIB, pukul 17.00 sudah minta selesai dan cepat-cepat memanggil taksi untuk mengantarkan ke rumahnya."

Pria berusia 45 tahun itu sengaja memilih Sisi karena gadis tersebut datang dari keluarga terpandang, dan sudah menjadi pembicaraan kalangan atas di Malang.

"Saya sengaja memilih Sisi karena alasan prestise. Ternyata setelah saya rasakan, dia banyak permintaan. Soal duit sih, dia tidak banyak tanya," katanya. Disebutkan tarif rata-rata pelacur sekelas Sisi --sebelum dipotong honorarium GM-nya-- Rp 500.000 sekali pakai. Sisi mengaku masih kuliah, "Silakan cek kalau tak percaya," ujarnya sembari menunjukkan KTM (kartu tanda mahasiswa) sebuah perguruan tinggi kesohor di Malang. Teman-temannya di kampus sudah banyak yang mengetahui Sisi menjadi pelacur, "Mereka tidak terlalu peduli. Tidak sedikit teman saya yang seperti saya. Kami saling tahu kelakuan masing-masing," katanya.

Di Malang belakangan ini, memang banyak pelacur ABG yang datang dari kalangan 'atas'. Sedikitnya, saat ini ada 25 ABG dari kalangan etnis Cina. Seorang gadis bermata sipit menceritakan tentang teman-temannya yang terjun ke dunia 'hitam', yang semuanya berasal dari keluarga mampu. "Sebelum ini, ayah saya pengusaha cukup sukses. Entah kenapa tiba-tiba bangkrut," cerita Lani, ketika ditemui di Dieng Plaza. Ia anak seorang pengusaha di Kediri.

Lani mengaku, sejak bisnis ayahnya bangkrut itulah kiriman uang kuliah di PTN terkenal di Malang tersendat-sendat. Terpaksa, Lani harus melayani pria hidung belang. Rupanya, resesi ekonomi yang mendera Indonesia dua tahun terakhir ikut menggelontor kelompok etnis yang selama ini dikenal paling mapan ekonominya. Bagi Lani, profesi inilah yang mampu menyambung napas hidup kuliahnya. Lani mengaku sekali dipakai dia mendapat bagian Rp 250.000. "Yang Rp 50.000 untuk Mami," ungkapnya seraya menunjuk perempuan 40-an tahun yang duduk agak berjauhan.

Tapi tidak gampang menemui ABG di Kota Apel itu. Mereka bergerak secara rapi. Lokasi mangkal ABG --di Malang kerap disebut ayam abu-abu (bagi yang terlihat berseragam SMU) atau ayam kampus (khusus bagi pelacur ABG dari kalangan mahasiswi)-- bisa ditemui di Plaza Dieng, food court Plaza Sarinah, di samping diskotek My Place, Laguna, dan Djoko Tarub Discoteque di kawasan wisata Batu. "Ada pula yang terang-terangan membuka praktek. Mereka bisa ditemui setiap saat di Hotel Royal Inn," ujar seorang GM seraya menyebut beberapa nama hotel. Sisanya, di Hotel Garuda atau penginapan kelas bawah lain, merupakan pelacur profesional berusia 25 hingga 30 tahun. Berbeda dengan ABG di Surabaya yang berani menjajakan diri di tempat terbuka seperti di pinggir jalan --para 'pemakai' menyebutnya sebagai pelacur embongan (jalanan)-- di Malang hanya bisa dijumpai di tempat-tempat keramaian seperti pertokoan atau kawasan tempat nongkrong anak muda. Mereka juga bisa ditemui di karaoke, diskotek, atau kafe.

Mereka memanfaatkan radio panggil (pager) bahkan ponsel (handphone) untuk mempermudah transaksi. Mereka rata-rata bergabung dalam induk semang/mami atau germo (GM). Tempat yang paling terkenal adalah kawasan Tlogomas dan Jl Tirtonadi. Ada satu yang tidak beroperasi lagi yakni yang di Jl Bandung 14.

Di kawasan wisata Batu, mereka bisa ditemui di Jaka Tarub Discoteque di Hotel Purnama. Masyarakat setempat juga mengenali ABG muka lama atau pendatang baru.

Masih di Batu, ada satu lagi Diskotek Fantasia yang pada Jumat, Sabtu, dan Minggu dijejali ABG. Di sekitar dua diskotek tersebut terdapat ratusan vila yang bisa disewa per jam. Bahkan, harga sewa bisa terbilang sangat murah, kecuali Sabtu dan Minggu. Pada hari biasa harga sewa dalam kisaran Rp 25.000 hingga Rp 100.000 per paro hari. Tidak usah ragu-ragu, karena para penjaga vila senantiasa bersikap proaktif. Mereka juga tak jarang berperan ganda sebagai broker (pialang) atau perantara atas permintaan para ABG. "Kalau akhir pekan mahal. Sebab kita sampai menolak permintaan," kata seorang penjaja vila di kawasan Songgoriti Batu. Maklum, mereka kebanjiran 'wisatawan' dari Surabaya dan Jakarta. Dari mana mereka berasal? Pengakuannya bisa macam-macam. Kebanyakan mengaku dari Blitar, Kediri, Surabaya, atau daerah lain di Jatim. Tidak sedikit pula yang berasal dari Kalimantan, Sulawesi, dan belahan Indonesia timur lainnya. Tapi jumlahnya tidak bisa mengalahkan yang berasal dari Malang sendiri.
Source:artikel randomdi tempat kerja InfoShare
==================================================
Pelacuran sering kali di sanggah ataupun dipungkiri keberadaannya di lingkungan kita, Namun, sering kenyataannya adalah banyak orang berperilaku seperti itu di lingkungan kita. Karena itu, kiranya kita dapat semakin memperbaiki kehidupan dan menjauhkan diri dari pelacuran tersebut.
Read more

PSK Surabaya yang pindah ke Malang itu, antara lain, berasal dari Dolly, Tambakasri, Klakahrejo dan Sememi, serta Dupak Bangunsari.

MALANG - Penutupan sejumlah lokalisasi di Surabaya berdampak ke daerah lain di Jatim. Salah satunya adalah Kabupaten Malang. Ada tanda-tanda terjadinya eksodus dan migrasi para pekerja seks komersial (PSK) dari Surabaya ke Kabupaten Malang. 

Mereka melakukan eksodus karena tempat mangkal mereka selama ini di Surabaya ditutup. PSK Surabaya yang pindah ke Malang itu, antara lain, berasal dari Dolly, Tambakasri, Klakahrejo dan Sememi, serta Dupak Bangunsari.

Eks PSK Surabaya tersebut mulai menyasar lokalisasi di wilayah Kabupaten Malang seperti Suko (Sumberpucung), Slorok, Kromengan, Kebobang (Wonosari), Embong Miring (Ngantang), Kali Kudu (Pujon), dan Kandangsapi (Gondanglegi). Di antara beberapa lokalisasi di Kabupaten Malang tersebut, Suko tampaknya menjadi favorit PSK jebolan Surabaya. 

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Malang di lokalisasi terbesar di Kabupaten Malang itu, terdapat sedikitnya enam PSK pindahan dari Dolly. ''Mereka datang sekitar lima hari lalu dari Surabaya,'' ungkap Rh, salah seorang mucikari di Suko. 

Rh menduga alumni Dolly mungkin akan datang secara bertahap ke Suko. Apalagi, menurut dia, eks penghuni lokalisasi terbesar di Asia Tenggara tersebut menjadi bintang dan primadona di Suko. Bahkan, tarif para penghuni eks Dolly lebih mahal dibanding PSK asli yang lama menghuni Suko. PSK asli Suko bertarif sekitar Rp 100 ribu sekali kencan. PSK eks Dolly bertarif Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu.

Rh menjelaskan, keberadaan PSK eks Surabaya itu kini sengaja disembunyikan pengurus wisma. Hanya pelanggan khusus dengan kantong tebal yang bisa menyewa mereka. Usia para PSK tersebut relatif muda, yakni 20-25 tahun. Sebagian besar penghuni lama di Suko berusia di atas kepala tiga.

Bahkan, dibanding saat beroperasi di Dolly, PSK eks Surabaya tersebut bertarif lebih mahal di Suko. Dengan lebih mahalnya tarif kencan di Suko plus menjadi bintang atau primadona, PSK asal Surabaya tersebut diperkirakan terus mengalir ke Kabupaten Malang.
Sayangnya, saat berkunjung ke Suko pada pukul 11.30 kemarin (2/1), Jawa Pos Radar Malang tidak mendapati seorang pun PSK eks Surabaya. ''Biasanya mereka aktif bekerja pada sore hingga larut malam,'' tutur Rh. 

Walaupun tarif mereka berbeda, Rh menyatakan, para PSK eks Surabaya tidak mendapatkan perlakuan khusus dari para pemilik wisma. Mereka juga ditarik tarif Rp 5 ribu setiap hari untuk uang keamanan. Pemilik wisma menarik tarif Rp 20 ribu setiap kali PSK mendapatkan seorang pelanggan. 

Sementara itu, lokalisasi Kalikudu di Kecamatan Pujon hingga saat ini belum kedatangan PSK eks Surabaya. Saat ini Kalikudu dihuni sekitar 30 PSK wajah lama. ''Memang ada kabar bahwa akan ada penghuni baru dari Surabaya. Namun, hingga sekarang, belum ada,'' ungkap Luna (bukan nama sebenarnya), 40, salah seorang PSK di Kalikudu.

Sejak dua bulan lalu, di lokalisasi itu terdapat tempat karaoke. Tapi, fasilitas karaoke di Kalikudu hanya seadanya. Salah satunya adalah ruang (hall) besar dengan kursi dari kayu. 

Untuk berkaraoke, tamu tidak harus merogoh kocek terlalu dalam. Tarifnya hanya Rp 30 ribu per jam. Tarif pemandu lagu (purel) rata-rata Rp 60 ribu per jam. (cw4/did/fir/dwi/mas) 
Read more

Ayam Kampus di Malang Harganya Cuma 9.000,- Rupiah!

 Wow, Ayam Kampus di Malang Harganya Cuma 9.000,- Rupiah!


Alun-Alun Malang (Sumber: halomalang.com)
MALANG memang menarik. Selain sebagai kota wisata, malang juga dikenal sebagai kota pelajar. Banyak penghuni nomaden bersatus mahasiswa di kota ini. Selain karena secara geografis lokasinya yang strategis dan berhawa relatif dingin, sehingga Kota Malang menjadi jujugan banyak wisatawan dan mahasiswa dari seluruh Indonesia bahkan ada yang dari beberapa mancanegara, karena obyek wisata dan fasilitas pendidikannya yang banyak dan lengkap.

Nah, dampak dari keberadaan mahasiswa dan pelancong di Kota Malang adalah menjamurnya jasa dan/atau tempat-tempat hiburan termasuk pusat-pusat perbelanjaan yang jumlahnya bejibun di kota ini. Bahkan keberadaan mall ataupun pusat perbelanjaan mulai mendekati area kampus, yang dulu aktivis mahasiswa sering mendemo menolak keberadaannya. Namun sekarang tak sedikit mahasiswa dari kampus-kampus itu mejeng di mall dengan jaket almamater kebanggaan kampusnya :)

Selain itu juga menjamurnya kedai-kedai yang menyediakan berbagai menu. Yang cukup heboh dan membuat penasaran (saya) adalah ada kedai yang dengan terang-terangan menyediakan Ayam Kampus sebagai menu andalannya. Kedai ini berada di tepi jalan raya, tepatnya ada di Jl. Kawi Atas Kota Malang. Ayam Kampus yang ditawarkan harganya cukup terjangkau dan tampilannya sangat menggoda, hanya 9.000,- rupiah untuk satu paket. Ada juga paket yang lebih mahal dari nominal itu, yaitu untuk menu Ayam Coblos dan Mie Ayam Coblos.

Bagaimana tidak menggoda dan menggairahkan, Ayam Kampus yang disajikan adalah bagian paha ayam yang mulus nyaris tanpa bulu yang tertinggal ataupun bekas sayatan pisau yang salah atau tidak pada ruas tulangnya. Ditambah lagi dengan adonan rempah atau bumbu yang dilaburkan sebelum digoreng membuat gigitan awal terasa “kres” dan permukaan ayam benar-benar krispi. Belum lagi bagian dalamnya, rempah terasa sampai jauh ke bagian tulang yang bisa jadi ini menandakan daya hisap daging dalam menyerap bumbu benar-benar kuat.

Dan tak ketinggalan, yang menambah hot dari sajian Ayam Kampus ini adalah sambalnya yang super pedas. Ini yang membuat penikmat Ayam Kampus akan berkeringat meski berada di Kota Malang yang relatif dingin. Maka untuk mengantisipasinya kita bisa memesan minuman hangat/panas semacam teh dan jeruk. Tak perlu pakai es karena kalau minum es maka rasa panas di mulut akan lebih lama.

Menu Ayam Kampus terlihat lebih seksi lagi dengan "riasan" aneka lapanan yang terdiri dari belahan memanjang mentimun, kemangi dengan aroma yang eksotis, irisan kubis dan sebagainya, plus disajikan dalam piring yang terbuat dari anyaman bambu/rotan yang unik. Sayang sekali ketika saya andok di tempat ini beberapa waktu lalu, tak sempat membawa kamera untuk mengabadikan penampilan seksi Ayam Kampus Malang dan banner yang terpasang besar-besar di depan dekat pintu masuk. Jadi Anda sedang di Kota Malang, cobalah Ayam Kampus yang murah meriah ini dengan segala sensasinya!
Read more